Teror Banjir Rob dan Dinamika Project Giant Sea Wall di Jakarta

Teror Banjir Rob dan Dinamika Project Giant Sea Wall di Jakarta

Banjir rob masih jadi teror besar di wilayah pesisir utara DKI Jakarta. Pada 2030, 50 % wilayah Jakarta Utara diprediksikan ada di permukaan air laut saat pasang air laut. Menangani hal tersebut, Pemerintahan DKI Jakarta mencanangkan pembangunan tanggul laut raksasa atau project Jakarta Giant Sea Wall (JGSW).

JGSW sebagai sisi dari Project National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Awalnya project ini digagas oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo dan telah dilaksanakan groundbreaking saat zaman pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Riset Ulangi lalu Diteruskan
Master rencana JGSW mulai dibikin pada Januari 2013, sebagai lanjutan dari project Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS). Pembangunan tanggul pertama mulai ditangani semenjak 2014 sejauh 4,5 km di Muara Kamal, Pluit, dan Kalibaru.

Tetapi, Presiden Joko Widodo alias Jokowi minta untuk ditelaah ulangi sepanjang 2 tahun berkaitan keseluruhnya gagasan project NCICD. Kerja-sama dilaksanakan di antara Kementerian Koordinator Sektor Ekonomi, Bappenas, Kementerian Tugas Umum, Pemerintahan DKI Jakarta, dan Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda sebagai konselor.

Berdasar hasil study kelaikan program NCICD oleh Kementerian Tugas Umum dan Perumahan Rakyat, project JSW atau NCICD keseluruhannya diprediksi usai sampai tahun 2030. Keseluruhan bujet diestimasikan capai Rp 400 sampai 500 triliun.

Adapun master rencana NCICD sudah ditelaah ulangi oleh Bappenas pada 2016. Gagasan awalnya project NCICD terdiri dari tiga tahapan, yaitu Tahapan A mencakup pembaruan tanggul pesisir, Tahapan B berbentuk pembangunan tanggul laut, dan Tahapan C mencakup peningkatan segi tim ur Teluk Jakarta.

Pada 2019 telah ditandatangani persetujuan itu dengan pihak asing untuk memuluskan project anti banjir di masa datang ini, oleh Kementerian PUPR dengan Kementerian Infrastruktur dan Management Air Belanda (MIW) dan Korea International Cooperation Agen (KOICA).

See also  Rumah di Bawah Rp2 Miliar Gratis PBB, Anies: Kita Tidak Ingin Masyarakat Jakarta Tersingkir

Meskipun begitu, sampai tahun 2021 project JGSW belum diawali pembangunannya. Ini karena masih menanti pengkajian ulangi yang sudah dilakukan, baik oleh pemerintahan pusat atau beberapa pihak yang bekerja bersama.

Berita terkini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan, pemerintahan saat ini sedang memperdalam ide pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk menangani banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

 

About admin

Check Also

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali Staff Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo …