Saat Anies dan Konsolidasi Peralihan Belum Memutuskan Figur Calon wakil presiden…

Saat Anies dan Konsolidasi Peralihan Belum Memutuskan Figur Calon wakil presiden…

Bekas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi makan siang bersama team kecil Konsolidasi Peralihan, konsolidasi yang sedang dipelajari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tatap muka itu digelar dalam suatu restaurant di teritori Tebet, Jakarta Selatan, Jumat.

Adapun Anies sebagai akan capres (calon presiden) yang digotong oleh Partai Nasdem. Sesudah makan siang, Anies sampaikan argumennya malas mengulas penetapan calon wakil presiden terlampau awal.

Di kesempatan yang serupa, PKS dan Demokrat juga akui akan legawa bila jagonya tidak diputuskan jadi pengiring Anies sebagai calon wakil presiden pada Penyeleksian Presiden (Pemilihan presiden) 2024.

Dijumpai, penetapan calon wakil presiden jadi penting karena diperhitungkan menjadi satu diantara penghalang Konsolidasi Peralihan belum dideklarasikan. Nasdem, PKS, dan Demokrat belum mendapati persetujuan, demikian juga Anies yang mempunyai hak prerogatif dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk pilih pasangannya sendiri.

Anies menjelaskan malas tergesa-gesa tentukan calon wakil presiden karena menanti peserta dari konsolidasi parpol (partai politik) lain. Menurutnya, sampai sekarang peta peserta belumlah jelas.

Tidak ada konsolidasi partai politik yang sudah mengumumkan pasangan capres-cawapres. “Ya saya anggap jika mau bermain badminton, tentukan pasangan jika belum mengetahui peserta di seberang bagaimana?” sebutkan Anies.

Argumen ke-2 , penetapan pasangan capres-cawapres menjadi satu diantara taktik pemenangan dan sering dipublikasikan menjelang periode registrasi ditutup. Dia menerangkan, skema itu terjadi semenjak pemilihan presiden pertama kalinya diadakan secara demokratis pada 2004 lalu.

“(Pilpres) telah jalan 18 tahun ya, sepanjang masa itu, berbicara mengenai pasangan (capres-cawapres) tidak ditetapkan 1,lima tahun awalnya kan. Selalu saat mendekati waktunya baru (ditetapkan),” tutur ia. Maka dari itu, Anies cenderung pilih untuk konsentrasi menolong pendekatan Konsolidasi Peralihan.

See also  Headless Business Intelligence service launched through information start-up Supergrain

Dia mengatakan ada banyak tugas rumah yang perlu dituntaskan saat sebelum ke-3 partai politik umumkan persetujuan kerja-sama. “Yang telah lebih terang bersama itu ini (Konsolidasi Peralihan) dan kesungguhannya ada,” papar Anies.

Dalam peluang yang serupa, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman memperjelas tidak keberatan bila figure yang diusulkan partainya sebagai calon wakil presiden, bekas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, tidak diputuskan menemani Anies. Karena, yang perlu ialah pasangan capres-cawapres akan Konsolidasi Peralihan dapat bawa kemenangan.

“Kami setuju penetapan calon wakil presiden itu mengangkat kemenangan, jadi kami memiliki komitmen, siapa saja yang diputuskan oleh capres (Anies) dengan pemikiran logis, itu kami yakin akan bawa pada kemenangan,” papar Sohibul.

Hal sama dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. Riefky akui Demokrat tidak memasangkan harga mati supaya konsolidasi perlu pilih ketua biasanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk temani Anies pada Pemilihan presiden 2024.

Untuk Demokrat, semangat pembaruan dan peralihan cuma dapat diwujudkan saat konsolidasi ke-3 partai politik nanti menjadi juara pemilihan presiden. Maka dari itu, bila ada figure calon wakil presiden yang dipandang lebih bagus untuk menolong Anies mencetak kemenangan itu, Demokrat akan terima keputusan.

“Jadi pasti semua taktik terhitung pasangan calon wakil presiden ini ialah factor memenangi yang menjadi pemikiran kami . Maka pasti (jadi) keputusan calon presiden (Anies) dan dibahas dengan partai konsolidasi,” kata Riefky.

About admin

Check Also

Ingin Ganti Motor Bensin Jadi Motor Listrik? Ini Perhitungan Menteri ESDM Bijakin Tasrif

Ingin Ganti Motor Bensin Jadi Motor Listrik? Ini Perhitungan Menteri ESDM Bijakin Tasrif Menteri Energi …