NasDem Masalah Kesempatan Anies Maju di Pemilihan kepala daerah DKI: Kita Tidak Pikirkan Kalah di Pilpres 2024

NasDem Masalah Kesempatan Anies Maju di Pemilihan kepala daerah DKI: Kita Tidak Pikirkan Kalah di Pilpres 2024

Partai NasDem berbicara kesempatan akan capres Anies Baswedan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta jika tidak berhasil jadi presiden di Pemilihan presiden 2024. Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Nurcahyo menjelaskan, pihaknya benar-benar tidak berpikiran Anies akan kalah di Pemilihan presiden. NasDem optimis Anies akan meraih kemenangan di Pemilu 2024.

“Tidak ada pikirkan benar-benar kalah, sama dengan kita menikah kita tidak berpikiran pisah. Harus ada optimistisme,” kata Nurcahyo di kantor DPP NasDem, Jakarta.

DPW NasDem DKI tidak punyai kuasa untuk atur apa Anies diperhitungkan maju di Pilgub DKI jika kalah. NasDem tidak mau berangan-angan. Nurcahyo menjelaskan, pihaknya konsentrasi bagaimana Anies dan NasDem memperoleh suara yang banyak.

“Itu di luar wewenang kami, karena beliau calon presiden partai kita. Kita tidak berandai beliau kalah. Jika kita berandai beliau kalah bagaimana kita berusaha yang akan datang? Kita berpikiran bagaimana NasDem bisa suara banyak,” tegasnya.

Awalnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan calon Presiden yang kalah di Pemilihan presiden 2024 dibolehkan maju jadi kepala daerah di Pemilihan kepala daerah Serempak. Agenda Pemilihan kepala daerah Serempak pada 27 November 2024.

“Tidak ada pembatasan,” kata Hasyim dalam diskusi khalayak bertema “Menolak Informasi Berbohong, Ajaran Kedengkian, Politik Identitas, Polarisasi Politik, dan SARA pada Pemilu 2024”, di Jakarta Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan, tidak ada ketentuan Pemilu yang larang Calon presiden tidak berhasil menjadi calon kepala daerah. Namun, kata Hasyim, figur itu harus minta ijin lebih dulu ke Presiden.

“Tidak ada pembatasan. Kepala daerah ingin nyapres harus ijin presiden,” tegas Hasyim.

See also  Heru Budi Bantu Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2022

Agenda pengambilan suara untuk pemilihan kepala daerah bila mengarah pada UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 101 direncanakan pada November 2024.

Menjagokan Sahroni
Partai NasDem menyarankan nama Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni dan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

“Kakak Sahroni yang kita saran tentu saja, apa lagi beliau sebagai Bendum sebuah kebanggaan untuk kami, beliau dari Jakarta, punyai banyak massa. Tetapi ada pula kaka Wibi Andrino Ketua Fraksi NasDem kita kemungkinan kita majukan atau calon,” tutur Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Nurcahyo di kantor DPP NasDem, Jakarta.

Nurcahyo menjelaskan, ada pula figur external yang diperhitungkan. Tetapi, Nurcahyo belum mengungkapkan nama calon dari external partai itu.

Menurut Nurcahyo, penyalonan Gubernur DKI Jakarta akan bergantung dinamika sesudah Pemilu 2024.

“Dari pengawasan kami ada pihak esternal intern yang kemungkinan kami majukan bergantung persentase tadi saya ngomong dan bergantung dinamika di Jakarta sesudah pileg,” terangnya.

NasDem sendiri mempunyai tim intern yang menggodok nama calon gubernur DKI Jakarta. Tapi tim ini semakin lebih serius mengolah pemilihan kepala daerah sesudah Pemilu 2024.

“Tetapi ada tim kecil yang berusaha menjala yang hendak kami majukan dalam pemilihan kepala daerah. Tetapi kemungkinan itu lebih detilnya kita bahas saat pemilu legislatif karena kan berkaitan koalisi, suara NasDem di 2024,” tutur Nurcahyo.

See also  Saat Anies dan Konsolidasi Peralihan Belum Memutuskan Figur Calon wakil presiden...