Nantikan Hasil Autopsi, Keluarga Meminta Kematian Prada Indra Wijaya Dilacak

Nantikan Hasil Autopsi, Keluarga Meminta Kematian Prada Indra Wijaya Dilacak

Keluarga Prajurit Dua (Prada) Mochamad Indra Wijaya mengharap supaya pemicu kematian anak bungsu dari 2 bersaudara itu dilacak habis. Pasalnya sepanjang 4 bulan bekerja di Biak, Papua, Prada Indra Wijaya selalu memberikan kabar bila ia pada kondisi baik.

Prada Indra Wijaya pergi ke Biak, Papua dalam rencana tugas peletakan dinas pertama kalinya setelah Pengajaran TNI AU. “Tiap hari adik saya selalu berkabar baik chatting atau panggilan video. Ke mama narasi jika di situ baik,” kata kakak kandungan Indra, Rika Wijaya saat dijumpai.

Rika menjelaskan orangtua mereka masih terguncang atas kematian Prada Indra Wijaya yang mengagetkan. “Selama ini keluarga masih bersedih, kami masih menanti hasil autopsi,”

Rika kenang kembali adiknya sebagai figur yang taat ke orangtua. Sepanjang hidupnya, pria 19 tahun itu tak pernah menentang pengucapan orangtua. “Karena (penurut) itu kemungkinan ia selalu siap diperintah oleh kakak-kakak senior,” sebut ia.

Memiliki cita-cita jadi Tentara semenjak Kecil
Saat hidupnya, Rika mengatakan, Prada Indra Wijaya suka olahraga baik lari atau futsal. Bahkan juga saat di rumah dia masih tetap lakukan sit up dan push up tiap hari untuk jaga badannya supaya masih tetap atletis dan sehat.

“Semenjak kecil, adik memang ingin jadi tentara. Kebenaran kakek dari papah ialah TNI AD. Saudara ponakan umumnya berdinas di TNI dan Polri. Itu motivasi adik meniti karier kedinasan, ingin bela negara,” kata Rika.

Indra sebagai alumnus Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Jatiuwung , Kota Tangerang, tahun 2021. Saat sebelum lulus SMA, Indra mulai mendaftarkan jadi anggota TNI AU. “Adik ialah alumnus terbaik ke-2 ,”kata Rika..

See also  Cara terbaik untuk melindungi dari virus komputer

Cerita Bunga dari Petinggi TNI AU
Prada Indra Wijaya diingat sebagai anak yang murah hati. Berdasar penilaian Tempo di tempat tinggalnya, ada dua karangan bunga yang dipasang. Satu diantaranya dikirimkan oleh Panglima Instruksi Operasi Udara III Marsekal Muda Age Wiraksono.

Sampai hari ke-7 kematian Indra, tetangga dan sanak saudara terus banyak yang datang ke rumah duka. Tahlilan saat malam ke-7 didatangi banyak jamaah pengajian sampai mengular ke gang depan rumah. “Padat sekali (Jamaah). Alhamdulillah, Indra anak yang bagus,” kata seorang ibu yang disebut tetangganya.

Rika mengucapkan terima kasih atas doa yang tetap mengucur ke adiknya. Di lain sisi ia masih tetap mengharap kematian adiknya dilacak habis.

Empat Prajurit Ditahan
Kepala Dinas Pencahayaan TNI AU Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah menjelaskan Prada Mochamad Indra Wijaya sebagai Tamtama yang bekerja di Sekretariat Makoopsud III Biak, Papua. Indra wafat pada Sabtu, 19 November 2022, sebelumnya setelah dirawat di Rumah Sakit Lanud Manuhua, Biak.

“Sebelumnya setelah tidak sadarkan diri di mess tamtama Tiger Makoopsud III Biak,” kata Gilang dalam info tercatat.

Satuan Polisi Militer (Satpom) Koopsud III Biak sedang mengecek 4 orang prajurit dan meredam mereka ihwal kematian Prada Mochamad Indra Wijaya. Penahanan dilaksanakan supaya mereka bisa diminta info untuk memudahkan proses penyidikan dan penyelidikan.

Gilang pastikan jika bisa dibuktikan diketemukan ada tindak pidana penindasan dalam kematian Prada Indra Wijaya, karena itu TNI AU akan memberi ancaman hukum yang tegas ke pelaku sama sesuai ketentuan yang berjalan.

 

About admin

Check Also

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri telah …