Ketua MA Perubahan 17 Staff dan Panitera Alternatif Selesai Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Ketua MA Perubahan 17 Staff dan Panitera Alternatif Selesai Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin mengatakan, faksinya sudah lakukan perubahan dan perputaran pada 17 staff dan panitera alternatif di lingkungannya.

Perlakuan ini dilaksanakan sesudah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, panitera alternatif Elly Tri Pangestu dan beberapa aparat sipil negara (ASN) di MA diputuskan terdakwa suap oleh Komisi Pembasmian Korupsi.

“Ada 17 yang telah kita perputaran dan perubahan,” kata Syarifuddin dalam talk show Rosi yang tampil di Kompas TV, Kamis malam.

Syarifuddin menjelaskan, faksinya terus akan lakukan perputaran dan perubahan. Tetapi, perlakuan itu tidak dapat dilaksanakan sekalian karena akan mengusik jalannya persidangan.

Menurut dia, saat dilaksanakan perubahan dan perputaran, harus ada orang yang isi staff dan panitera alternatif. “Kan harus ada alternatif. Nach, maka dari itu saat ini kita sedang mengambil alternatif, penyeleksian panitera alternatif itu,” katanya.

Syarifuddin menyebutkan, penyeleksian panitera alternatif yang sudah dilakukan MA sekarang ini lebih ketat dari awal sebelumnya. MA bahkan juga minta reputasi calon panitera alternatif dari intern instansi, Tubuh Pemantauan (Bawas) MA, Komisi Yudisial (KY), KPK, dan Pusat Laporan dan Analitis Transaksi bisnis Keuangan (PPATK). “Kita lakukan analitis LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pelaksana Negara),” papar Syarifuddin.

Disamping itu, MA minta opini dari pimpinan tempat calon panitera alternatif bekerja yaitu, ketua tingkat pertama dan ketua tingkat banding. Penilaian atasan itu alternatif itu bisa menjadi pemikiran untuk memandang kredibilitas calon panitera alternatif.

“Kelak sesudah ini masuk dan telah mendapatkan pengajaran kelak akan kita perubahan yang berada di dalam ini,” katanya. KPK awalnya lakukan tangkap tangan pada hakim yustisial MA, Elly Tri Pangestu, beberapa aparat sipil negara (ASN) di MA, advokat, dan faksi Koperasi Taruh Pinjam Intidana.

See also  Konsep Inti Pengembangan Aplikasi Android

Mereka diperhitungkan lakukan suap berkaitan pengurusan kasus kasasi Intidana di MA. Sesudah dilaksanakan gelar kasus, KPK selanjutnya umumkan 10 orang terdakwa dalam kasus ini. Mereka ialah Sudrajad Dimyati, panitera alternatif MA Elly Tri Pangesti, PNS kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, dan PNS MA Albasri dan Nuryanto Akmal.

Mereka diputuskan sebagai yang menerima suap. Dalam pada itu, terdakwa pemberi suapnya ialah Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, dan Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto sebagai Debitur Koperasi Taruh Pinjam Intidana (ID). Tidak tertangkap operasi tangkap tangan, Sudrajad Dimyati selanjutnya bertandang ke gedung Merah Putih KPK di hari selanjutnya. Sesudah jalani pengecekan, dia langsung ditahan.

Terakhir, Kepala Sisi Kabar berita KPK Ali Fikri umumkan terdakwa kasus itu semakin bertambah. Satu diantaranya sebagai Hakim Agung. “Memang dengan cara resmi kami belum umumkan siapa yang sudah diputuskan sebagai terdakwa baru pada proses penyelidikan, tetapi satu salah satunya kami memverifikasi benar hakim agung di Mahkamah Agung,” kata Ali seperti ditayangkan Breaking News Kompas TV, Kamis.

Ali mengutarakan, Hakim Agung yang diputuskan sebagai terdakwa pernah jalani pengecekan di KPK. Berdasar catatan Kompas.com, antara belasan saksi yang sudah diundang, dimulai dari staff sampai Sekretaris MA Hasbi Hasan, salah satu Hakim Agung yang diundang ialah Gazalba Saleh.

About admin

Check Also

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri telah …