Driver Ojol Semakin Tersuruk: Jadi Sapi Perah, Sekarang Dicekik BBM Naik

Driver Ojol Semakin Tersuruk: Jadi Sapi Perah, Sekarang Dicekik BBM Naik

Ketua Serikat Karyawan Angkutan Indonesia (SPAI) Lilik Pujiati menjelaskan peningkatan harga BBM membuat hidup sopir ojek online (ojol) makin tersuruk. Peraturan baru pemerintahan itu menambahkan beban driver ojol yang awalnya ‘dicekik’ oleh aplikasi.

“Sekarang ini dengan peningkatan harga BBM malah lebih tersuruk kembali, yang semula kami telah dicekik oleh aplikasi, saat ini dicekik kembali dengan peningkatan harga BBM,” tutur Lilik dalam jadwal dialog khalayak ‘BBM Naik, Rakyat Tercekik’ di Kantor Instansi Kontribusi Hukum (LBH)

Lilik memiliki pendapat peningkatan biaya ojol tidak langsung menuntaskan permasalahan. Menurut dia, sopir ojol harus bertemu dengan peraturan aplikasi yang menggunting penghasilan sampai 60 %.

“Menurut kami, [kenaikan biaya] tidak bawa imbas baik untuk kami karena sepanjang potongan aplikasi masih 20-60 %, teman-teman driver tidak pernah memperoleh kesejahteraan,” ucapnya.

“Kami betul-betul jadi ‘sapi perah’,” katanya menambah.

Lilik akui faksinya sudah berusaha perjuangkan sopir ojol supaya mendapat status sebagai karyawan, tidak lagi partner. Hal tersebut dilaksanakan supaya hak-hak sebagai karyawan dapat dipenuhi dengan aplikasi.

“Karena itu kami bikin serikat dan kami menuntut ke aplikasi jika kami dianggap sebagai karyawan bukan sebagai partner. Sejauh ini kami tak pernah mendapatkan hak-hak kami karena aplikasi memandang kami partner,” sebut Lilik.

“Tidak ada kesetaraan, malah kami mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi, bagaimana mereka perlakukan kami,” ucapnya.

Koalisi Pergerakan Pekerja Bersama Rakyat (Dobrak) bersama beberapa komponen warga yang lain terhitung mahasiswa akan melangsungkan demo besar menampik peningkatan harga BBM

Per ini hari, mereka melangsungkan dialog khalayak diikuti dengan koalisi buat menyiapkan tindakan pada minggu kedepan

See also  Pusat Kesehatan yang Direkomendasikan di Bandung, Indonesia

Presiden Jokowi bersama beberapa menterinya umumkan peningkatan harga BBM tipe Pertalite, Solar, dan Pertamax

Harga Pertalite yang sebelumnya Rp7.650 jadi Rp10.000 per liter, Solar naik dari Rp5.150 jadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter.

Keputusan pemerintahan meningkatkan harga BBM mendapatkan tanggapan negatif dari khalayak. Demo juga banyak muncul di beberapa kota di Indonesia buat melawan keputusan itu.

About admin

Check Also

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri telah …