Bisa Perintah Jokowi, Menteri kesehatan Membuka Daftar Obat yang Dimakan Pasien Ginjal Kronis Misteri

Bisa Perintah Jokowi, Menteri kesehatan Membuka Daftar Obat yang Dimakan Pasien Ginjal Kronis Misteri

Menteri Kesehatan (Menteri kesehatan) Budi Gunadi Sadikin mendapatkan perintah dari Presiden Jokowi untuk buka daftar obat yang sedang ditelaah bersama susul kasus masalah ginjal kronis misteri (acute kidney injury/AKI).

Beberapa obat yang sedang ditelaah bersama Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini ialah obat yang awalnya dimakan oleh pasien masalah ginjal kronis.

“Pak Presiden ngomong, ‘Pak Menteri kesehatan dibuka saja agar tenang warga. Dan kita kerjakan transparan ke khalayak,” kata Budi dalam pertemuan jurnalis di Jakarta.

Budi sampaikan, instruksi Jokowi ada selesai ia memberikan laporan beberapa obat sirup diketemukan di beberapa rumah pasien. Dari keseluruhan 241 pasien masalah ginjal kronis, faksinya telah bertandang ke rumah 156 pasien.

“Dari 241 kita telah tiba ke (rumah) 156 (orang). Dari 156 itu kita telah mendapati obat yang berada di almari keluarga ini yang macamnya sirup. Setelah kita saksikan, orangnya terkena ini, kan obatnya ini, nach itu yang kami melapor,” sebut ia.

Budi mengutarakan, langkah ini diambil supaya rakyat tahu jika kementerian telah bekerja dengan BPOM untuk cari pemicu masalah ginjal kronis misteri.

Nanti, obat-obat yang diketemukan itu akan dikerucutkan, terhitung bila perusahaan sanggup menunjukkan jika tidak ada senyawa beresiko dalam kandungannya.

“Ini list-nya sementara, nih. Jika kelak mereka dapat tunjukkan jika ini impurities-nya (cemaran etilen glikol-nya) mereka di bawah tingkat batasan, silahkan. Kita berharap karena ada daftar ini, hingga kita dapat semakin tentu pemicunya kurang lebih di mana,” papar ia.

Disamping itu, faksinya juga akan buka daftar beberapa obat sirup yang aman ke khalayak. Keputusan ini telah disepakati oleh Kombinasi Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), pakar farmakologi, sampai Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

See also  Bareskrim Akan Selidik Pemberian Ijin Beredar Obat yang Diperhitungkan Pacu Tidak berhasil Ginjal

Sekarang ini kata Budi, BPOM tengah menyisir beberapa puluh ribu obat-obat sirup itu. “BPOM kelak akan melihat dari demikian ribu atau demikian puluh ribu ini beberapa obat sirup, yang mana tidak ada polietilen glikol-nya. Itu kelak akan dibuka .

Maka keinginan akhir pekan ini, ya,” terang Budi. Sebagai info, kasus masalah ginjal kronis capai 241 kasus di 22 propinsi sampai Jumat.

Angkanya bertambah dari awal sebelumnya 206 kasus pada Selasa.

Jumlah meninggalnya capai 133 orang atau 55 %. Umumnya, kematian pada kasus masalah ginjal secara umum ini tidak naik tinggi dalam sekejap.

Sebagai wujud kesiagaan, Kemenkes ambil langkah konvensional memberikan instruksi apotek dan dokter tidak untuk jual atau memberi resep obat sirup.

Terbaru pada Kamis, Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapati 5 sirup obat batuk/parasetamol yang memiliki kandungan cemaran etilen glikol melewati tingkat batasan yang telah ditetapkan.

Penemuan ini ada selesai lakukan sample pada 39 bets dari 26 sirup obat.

About admin

Check Also

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto

Ismail Berlubang Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri Agus Andrianto Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri telah …