Ada Suatu hal di Balik Prestasi Jokowi Saat SMA…

Ada Suatu hal di Balik Prestasi Jokowi Saat SMA…

Presiden Joko Widodo dikenali sebagai siswa yang pintar di bagian akademis saat mengenyam kursi Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut diutarakan salah seorang rekan sebangku Presiden Jokowi di SMAN 6 Surakarta namanya Mahmud Nurwindu.

“Dahulu itu, beliau orangnya, ya telaten, ya rajin, ya pandai. Karena ia rangking khusus terus itu di kelas 1, 2, dan 3,” ingat Mahmud. “Jika kami yang lain ini paling-paling giliran rangking 2, 3, 4, 5. Pak Jokowi itu tak pernah tergeser dari rangking 1. Ini benar-benar dapat diverifikasi ke rekan-rekan lainnya,” lanjut ia.

Selainnya moncer di atas kertas guru, Jokowi remaja dikenal juga sebagai anak baik. Misalkan, sesudah jam sekolah selesai, Jokowi memutuskan secara langsung pulang daripada main atau jalanan bersama rekan yang lain.

Kalaulah ada peristiwa bermain-main, lanjut Mahmud, hal yang paling umum terjadi ialah rekan-rekan yang tiba bermain ke rumah Jokowi.

“Atau paling jika kita dolan (jalan-jalan), saya masih ingat ini, cari buku atau kerjain karya tulis di Tawangmangu. Demikian saja,” ingat Mahmud. Awalannya, Mahmud berasa jika Jokowi remaja bukan rekan yang asyik.

Tapi bersamaan sama waktu, penilaiannya itu berbeda.

Ada suatu hal pada kehidupan Jokowi yang membuat Mahmud mengerti, bahkan juga memberikan dukungan, jalan lempeng yang ditapaki temannya itu.

“Pak Noto dan Bu Noto (orang-tua Jokowi) ini kan punyai anak empat. Nomor satu (pertama) itu Pak Jokowi. Beliau lelaki sendiri dan tiga adiknya wanita,” tutur Mahmud.

“Sebagai sang pertama, Pak Jokowi ini ingin memberi contoh ke adik-adiknya masalah belajar yang bagus. Karena itu ia melakukan perbuatan semacam itu,” lanjut ia.

See also  Polisi Memberlakukan One Way Jalur Puncak Arah Jakarta Hari Ini Mulai 11.30 WIB

Sikap Jokowi itu jadi suri tauladan untuk Mahmud dan teman-teman. Tanpa diakui, sikap dan sikap yang diperlihatkan Jokowi setiap hari pada akhirnya ikut mengganti hidupnya pada periode remaja.

Mahmud sendiri dijumpai sebagai rekan seangkatan Presiden Joko Widodo di SMAN 6 Surakarta. Mereka masuk ke SMA itu pada Januari 1977.

Saat mencapai kelas 1, Mahmud dan Jokowi duduk satu kursi. Mahmud awalnya sudah mengenali Jokowi. Karena, rekan SMP Jokowi sebagai tetangga Mahmud.

“Saya dapat sebangku itu karena rekan SMP-nya Pak Jokowi itu tetangga saya . Maka, saat sebelum masuk SMA, ya telah mengenal. Karena itu saat cocok masuk kelas 1 SMA, kami sama cari yang telah mengenal saja.

Pada akhirnya jadi duduk satu kursi,” tutur Mahmud. Masuk kelas 2 dan 3, Mahmud ada satu kelas dengan Jokowi. Tapi, tak lagi duduk di kursi yang serupa. Angkatan Mahmud dan Jokowi selanjutnya lulus dari SMAN 6 Surakarta pada April 1980.

About admin

Check Also

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali

Istana Telah Terima Surat Pemunduran diri Zainudin Amali Staff Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo …