55 Mobil Listrik Terparkir di Parkir Gedung DPR RI, Ada Apa?

55 Mobil Listrik Terparkir di Parkir Gedung DPR RI, Ada Apa?

DPR RI sediakan 55 mobil listrik eksklusif baru yaitu Hyundai Ionic 5 buat menyongsong aktivitas 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) yang diadakan di Jakarta.

Mobil listrik warna hitam itu telah terparkir rapi di parkir DPR RI. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan kendaraan itu sebagai support dari PT Hyundai untuk aktivitas P20.

“Ini bentuk loyalitas dan support DPR RI untuk selalu mempropagandakan ramah lingkungan dan menghargakan kreasi anak negeri. Karena mobil listrik itu dibuat di Indonesia. Sepanjang aktivitas P20 berjalan pengerahan beberapa delegasi akan memakai mobil listrik yang akan dipakai di G20,” tutur Sekjen Indra Iskandar dalam penjelasannya.

Indra berdalih, mobil itu bukan penyediaan barang tetapi wujud kerja sama atau “sponsor” dari Hyundai. Menurut dia, sumber listrik untuk memberi daya (pengisian) kendaraan listrik itu datang dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah dipasang di Kompleks Parlemen.

“DPR telah persiapkan beberapa titik pengisian mobil listrik di kompleks DPR untuk mengantisipasi di depan untuk pemakaian kendaraan listik,” sambungnya.

Dijumpai, salah satunya sub topik yang diambil dari Sidang P20 itu berkaitan renewable energy dan climate change. Kendaraan listrik sebagai implikasi dari salah satunya renewable energy yang ramah lingkungan dan bisa kurangi emisi gas rumah kaca.

“DPR RI ingin supaya parlemen menjadi garda paling depan dalam menerapkan loyalitas internasional dalam hubungannya peralihan cuaca dan energi terbarukan. DPR RI ingin beberapa negara G20 dan negara undangan tuan-rumah ketahui jika Indonesia sudah bisa menghasilkan kendaraan listrik,” tutupnya.

Lingkungan, Rumor Khusus yang Diulas dalam P20

See also  Kecam Sangkaan Korupsi Bantuan sosial di DKI, PSI: Pelaku Harus Dijatuhi hukuman Berat

Awalnya, dalam pre-event to The 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Tangerang, Banten, Ketua Badan Kerja Sama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan, topik Green Economy atau Ekonomi Hijau dalam sidang Parliamentary Speakers Summit (P20) kedepan sebagai keputusan pas ketika dunia sedang alami kemerosotan dalam segi lingkungan dan renewable energy (energi terbarukan).

“Maka dari itu, rumor lingkungan bisa menjadi rumor khusus yang hendak diulas dalam P20 kedepan. Sama seperti yang kita mengetahui, Indonesia memiliki lingkungan yang perlu jadi perhatian lebih. Kita berharap karena ada sidang P20 rumor lingkungan menjadi perhatian global untuk dapat sembuh dan lakukan pembaruan,” kata Fadli waktu itu.

Pentas Indonesia di Dunia Internasional

Awalnya, Waki Ketua Badan Kerja sama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana menerangkan ada empat rumor turunan sebagai keketuaan Indonesia dalam moment internasional Parliamentary-20 dan G20 di Bali kelak.

Pertama, pembangunan terus-menerus dan ekonomi hijau; rintangan terbaru kritis pangan dan kritis energi, stagflasi; parlemen efisien dan demokrasi yang aktif; dan kesetaraan gender dan pendayagunaan wanita.

“Ke-4 rumor itu benar-benar berkaitan dalam rencana rekondisi saat wabah, dan sebagai usaha menangani beragam persoalan global yang ada saat ini,” kata Putu lewat penjelasannya.

Disamping itu, Putu yang disebut Anggota DPR dari Bali ini menjelaskan jika keketuaan Indonesia di P20 mempunyai arah. Salah satunya tingkatkan dimensi parlementer untuk memberikan dukungan jadwal global, menggerakkan hubungan dan kerja-sama yang lebih kuat di antara pemeirntah dan parlemen dalam implikasi beberapa hasil tatap muka G20.

“Selanjutnya, perkuat hubungan di antara Ketua Parlemen beberapa negara G20 dan beberapa negara partner, dan kerja-sama dengan PBB dan organisasi internasional yang lain. DPR mengutamakan keutamaan kemampuan parlemen untuk memberikan dukungan pemerintahan dalam rekondisi saat wabah dan memberi respon rintangan global sekarang ini,” katanya.

See also  Ketua DPRD DKI Percaya Kedudukan Wali Kota/Bupati di Jakarta Masih Ada Selesai IKN Berpindah

Tentu saja, kata Putu, acara P20 dengan beragam serangkaian pertemuannya terhitung P20 Summit, sebagai pentas Indonesia di dunia internasional. Keberhasilan jadi tuan-rumah penyelenggaraan IPU Assembly ke-144 di Nusa Dua Bali, akan diulang kembali lewat penerapan P20 yang sukses.

Keketuaan Indonesia di P20 atau G20, lanjut ia, sebagai peristiwa pas untuk tampilkan dan mengetalasekan semua kekuatan Indonesia untuk tingkatkan perdagangan luar dan dalam negeri, tingkatkan investasi ke beragam bidang fokus Indonesia, mentransfer tehnologi, dan tingkatkan pemasaran produk UMKM.

Terpenting, Putu menambah moment P20 dan G20 ini peluang yang bagus untuk menghidupkan dan mempromokan bidang pariwisata, terhitung kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang lain terhitung kulineran nusantara ke semua anggota G20.